AREA SERU-- ABG Suka Dunia Malam, Meninggal Saat Bersalin - Banyaknya anak usia belia yang kelayapan di tengah malam seperti hasil razia Pemkot Surabaya pekan lalu, ternyata memunculkan efek. Yang tidak mereka sadari. Anak baru gede (ABG) yang terjerumus dengan dunia malam, dihadapkan pada ancaman kematian.

Dalam data terbaru yang dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, menyebutkan bahwa kasus kematian ibu melahirkan di Kota Surabaya, kini didominasi oleh ibu-ibu usia belia.



Kepala Dinkes Kota Surabaya, Esty Martiana Rachmie, mengatakan, kasus kematian ibu melahirkan dalam setahun terakhir ini, banyak terjadi pada kelahiran pertama. Ada 30% dari total kelahiran yang menyebabkan ibu meninggal. Padahal, kata Esty, kelahiran pertama harusnya lebih lancar.

“Dalam teori medis begitu. Bahwa kelahiran pertama itu harusnya lebih lancar. Baru risiko kegagalan itu terjadi pada kelahiran berikutnya,” ujar Esty, Selasa (4/9/2012).

Kematian pada kelahiran pertama itu yang membuat Pemkot semakin yakin kalau anak-anak di bawah usia 17 tahun yang sudah akrab dengan dunia malam, memiliki risiko kematian pada proses kelahiran.
“Kesimpulan awal kami, kalau anak-anak yang sudah terjerembab dalam dunia hitam, memiliki potensi yang besar untuk meninggal ketika bersalin,” ungkapnya.
Pejabat berjilbab ini menegaskan, butuh dukungan dari berbagai pihak dalam menyelamatkan kualitas hidup anak-anak.

Peran serta orang tua dan pihak sekolah, punya peranan besar dalam membentuk perilaku anak muda. “Karena itu, kami ingin sejak SMP sudah ada pendidikan tentang HIV-AIDS serta seksualitas. Jadi anak-anak tidak salah dalam melangkah,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, masuknya ABG ke dalam kehidupan malam, kini tidak lagi didasari karena kebutuhan ekonomi. Tetapi lebih karena adanya pergeseran gaya hidup di Kota Surabaya. "Sekarang tidak melulu kemiskinan, tetapi karena lifestyle," jelasnya.

Karenanya, walikota membuat kebijakan dengan melarang siswa di beberapa sekolah di Kota Surabaya, untuk tidak membawa ponsel (hp) ke sekolah. "Ini untuk antisipasi sejak dini," sebut Risma.

Selama Ramadan dan paska Lebaran, Pemkot Surabaya berhasil menjaring 216 ABG yang keluyuran di tengah malam. Kebanyakan mereka sedang dalam pengaruh minuman keras.

Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top